Iklan 728x90

Cara menghitung cc Motor Paling Mudah


Bagi pemakai sepeda motor tentu mengetahui kapasitas cc yang ada pada motor, mungkin masih ada yang belum paham cc itu hasil hitungannya seperti apa. CC kepanjangan dari Centimeter Cubic, dimana masing masing pabrikan speda motor pasti mempunyai cc yang tidak sama kecuali hasil dari pembulatan. 

Oleh karena itu untuk mengetahui besaran volume yang terdapat pada ruang bakar mesin motor baik silinder maupun piston maka kita akan mencoba menghitung kapasitas CC.

Langkah langkah yang harus anda ketahui untuk menghitung CC adalah dengan menghitung terlebih dahulu berapa diameter dari piston selanjutnya mengukur panjang langkah (stroke) piston.

Cara Pertama :

Rumus untuk menghitung cc Motor menggunakan Rumus
3,14 x (Diameter Piston) X (Diameter Piston) X (Panjang Stroke) : 4000

Agar lebih jelas akan saya berikan contoh di bawah ini

1. Motor Supra 100 cc, mempunyai diameter piston adalah 50 mm dan mempunyai panjang strokenya adalah 49,5 mm, maka hasil penghitungannya: 
3,14 X 50 mm X 50 mm X 49,5 mm : 4000 = 97,14375 cc

2. Yamaha Jupiter MX, mempunyai diameter piston adalah 54 mm dan mempunyai panjang strokenya adalah 58,7 mm, maka hasil penghitungannya: 
3,14 X 54 mm X 54 mm X 58,7 mm : 4000 = 134,367822

3. Yamaha Vixion, mempunyai diameter pistonnya adalah 57 mm dan panjang strokenya adalah 58,5 mm, maka hasil penghitungannya: 
3,14 X 57 mm X 57 mm X 58,5 mm : 4000 = 149,202203

4. Honda CBR 150 cc, mempunyai diameter pistonnya adalah 63,5 mm dan mempunyai panjang strokenya adalah 47,5 mm, maka hasil penghitungannya: 
3,14 X 63,5 mm X 63,5 mm X 47,5 mm : 4000 = 150,352522

Cara Kedua :


Rumus menghitung kapasitas mesin yang umumnya digunakan sebagai berikut:
∏/4 x (DxD) x L

Keterangan :
∏ : Rumus absolute sebuah lingkaran (3,14)
D : Diameter silinder atau piston
L : Panjang langkah piston atau stroke

Berikut penjelasan Rumusnya, 0,785 x Bore x Bore x Stroke. Hasilnya akan sama dengan rumus di atas. O,785 merupakan hasil dari 3,14 : 4 dari rumus di atas. Rumus ini agar lebih mudah diingat saja.

Misalkan Yamaha Mio J mempunyai diameter piston standar 50 mm dengan stroke 57,9 mm. Jika anda melakukan bore up menggunakan piston berdiameter 58 mm. Jadi, berapa kapasitas mesin Mio J setelah dibore up?

Rumus:
0,785 x Bore x Bore x Stroke
Diketahui diamater piston setelah dibore up 58 mm. Panjang langkah piston (Stroke) tetap 57,9 mm, dihitung dengan rumus :
0,785 x 58 mm x 58 mm x 57,9 mm = 152898,8 mm
Untuk menghasilkan hitungan cc, hasil tersebut tinggal dibagi 1.000. Jadi 152898,8 mm : 1000 hasilnya 152,8 cc. Kita hilangkan koma ke arah kiri sebanyak tiga kali.

Dari penghitungan kedua rumus diatas bisa kita simpulkan bahwa jika ukuran piston lebih besar dari pada panjang stroke untuk mengail tenaga yang lebih tinggi di perlukan Rpm mesin yang tinggi pula.

Sementara jika diameter piston lebih kecil dari panjang stroke untuk mengail tenaga akan lebih cepat pada rentang Rpm bawah karena mempunyai torsi yang melimpah. Dari masing masing konfigurasi diatas baik konfigurasi overbore maupun overstroke mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing dan mempunyai karakter berbeda beda. 

No comments

Powered by Blogger.